| Menu

Unknown Unknown Author
Title: Kementerian Agama Akan Ukur Ulang Arah Kiblat Masjid
Author: Unknown
Rating 5 of 5 Des:
Jakarta, 17/3/2010 ( Kominfo Newsroom) - Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, Kementerian Agama akan melakukan pengukuran ...
Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo Newsroom) - Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat mengatakan, Kementerian Agama akan melakukan pengukuran ulang arah kiblat masjid dan mushalla, tapi pengukuran tersebut dilakukan bukan karena kesalahan  namun karena faktor teknologi, dan keterbatasan peralatan.
     Aparat Kementerian Agama akan melakukan pengukuran apabila ada permintaan dari pengurus masjid, namun  sampai saat ini Kementerian Agama belum melakukan verifikasi arah kiblat dari masjid dan mushalla di Indonesia yang jumlahnya sekitar 700.000 masjid.
      "Secara bertahap, semua masjid di Indonesia akan dilakukan verifikasi arah kiblatnya. Caranya yang utama mengubah shaf, sedangkan masyarakat yang akan membangun masjid supaya berkoordinasi dengan Kementrian Agama setempat," kata Bahrul Hayat di Jakarta, Rabu (17/3).
      Untuk pengukuran ulang arah kiblat masjid maupun mushalla tidak dipungut biaya, karena semuanya sudah menjadi tanggungan Kementerian Agama. Bagi masjid maupun mushalla yang belum diverifikasi arah kiblatnya, agar shalat  seperti biasa sebab kiblat yang ditetapkan oleh para ulama dan tokoh agama saat itu, sudah sesuai dengan kondisi ilmu falaq dan peralatan yang ada.
      "Kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan serta canggihnya peralatan sekarang ini,  telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah ke arah Ka`bah," katanya menambahkan.
      Sekjen Bahrul Hayat berpesan kepada masyarakat, agar tidak galau dalam melaksanaka shalat, hanya karena arah kiblat di masjid maupun mushalla di lingkungannya belum diubah.
       Ia menambahkan, dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yang paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu, yaitu matahari.  Pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah, sehingga bayang-bayang benda di permukaan bumi pada jam tersebut, mengarah ke Ka`bah.
     "Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan," katanya.
       Sesuai hasil pengamatan Kementerian Agama, ada beberapa masjid berbeda arah kiblatnya dari arah yang tepat.  Perbedaan ini, dapat mencapai sekitar 20 derajat. "Kami berharap, nantinya masyarakat mau berkonsultasi dengan pihak Kementrian Agama setempat, untuk menentukan arah kiblat masjid yang hendak dibangun," kata Bahrul . (T.Rmg/toeb)

Posting Komentar

 
Top